saturday, 30th september 2006 and sunday, 1st october 2006
endro, aqie, budi, ama gw road show to padang. kali ini bawa avansa, coba geber gasnya ampe berapa. cerita awalnya gak sengaja. endro dkk main ke pku, nyari tiket ke jakarta, trus mampir ke kost gw. lalu langsung ajalah, daripada cuma ngendon di pku mending kita jalan ke bukit tinggi, denger2 bagus.
okeh, tersedia beberapa driver lintas sumatra saat itu pula. jalanlah kami ke bukit tinggi, hutan sumatra beneran boww.. terlintas ada harimau loreng atau ular phyton tiba2 nyebrang. hmm. terlalu berlebihan gw. yang pasti jalan hanya muat dua mobil, berkelok2 diapit hutan asli, kadang tebing dan bukit, di pikiran hanya membayangkan menjadi collin mc rae menaiki subaru-nya di world rally championship. ketika jalan masih tampak, kenapa pedal gas tidak diinjak dalam2.
kelok pertama, kelok sembilan, ngantri, lekuk2 indahnya kelihatan dari atas, sayang pemandangan dirusak oleh proyek wijaya karya yang berniat membuat jalan pintas diatas kelok. tapi masih asik, kami masih bisa nyelip mobil2 dikelok. kemudian masuk di perbatasan, mana ya, lupa gw, diatas jembatan, yang juga kelok, diatasnya terdapat lintas kereta api lintas bukit asam bukit tinggi (kereta api batubara). dibangun jaman belanda dulu, dengan konstruksi jembatannya yang khas, membentuk half arc circle bercat biru. bagus.
sampai bukit tinggi malam, kami lewat pinggiran, jadi kurang berkesan. trus lanjut ke padang pariaman via payakumbuh, tak lupa disetiap kota kami coba cari kantor walikotanya, pasti paling bagus, dilengkapi design atap khas minangkabau. rumah gadang kata orang sini.
kejadian lucu, gw baru keluar dari mobil, lari2 mau ngambil foto. ehh… tahu2 ada yang nyamperin naik honda gl win tepat didepan kantor walikota. "gun, ngapain nyampe sini, kapan kamu meninggalkan irian". ups… temen gw di bengkel alat berat di irian sono, ternyata dah berkeluarga dan mutasi ke pekanbaru. pikirku, dunia itu sempit ya, saudara kita temukan dimana2.
perjalanan berlanjut, padang pariaman pemberhentian selanjutnya. buat informasinya, baru kali ini kutemukan sawah padi dalam skala luas di sumatra, dan itu terdapat di jalan ke padang. muantap. akhirnya kami singgahlah di tempet agie, ketemu sama putrinya yang berambut kriwil2 lucu, juga tak lupa menyampaikan salam untuk istrinya. kemudian pertanyaan dari kamipun keluar. padang berapa lama gie… satu jam aja jawabnya, pikirku kita nginep di padang ajalah, tanggung, tancaplah kami jam 12 malem menuju padang. tak terasa jarak cuma kami tempuh setengah jam lebih ke padang.
padang, midnight, hampir seluruh bangunan penting, kantor gubernur, walikota, dpd, bi, mandiri, kepolisian, beratapkan dan bercorakkan atap minang. begitu indah ujung runcingnya menembus cahaya lampu spotlight lalulintas. muter2 kami di tengah malam. tak lupa kesan rapi dan bersih kami temukan disitu. woww, jauh dengan pekanbaru, apalagi duri. weks. yang pasti rumput dan tumbuhan apapun kulihat tumbuh di tanah minang ini.
hari minggu, bangun kami jam delapan. sudah tentu tetep puasa dong. kami memutuskan untuk menyusuri kota, wow, tambah bagus dipagi ini. ditambah bersliweran angkot2 berspoiler rendah dan berstiker sangat banyak di keseluruhan bodynya. seperti racing car aja pikirku. ketika kutoleh ke kanan, terlihat pantai disana. jalan sepanjang bibir pantai samudra hindia, berimajinasi, kapankah kudatengi chrismas island australia yang tepat berada di garis bujur yang kini kuberdiri.
beranjak siang kami memutuskan untuk mengunjungi teluk bayur permai, yang dinyanyikan betharia sonata itu. hmm, serasa harus buktiin aja. jalanlah kami kesana, sepanjang sungai kami lihat perahu bercadaik, mayoritas bercat biru dengan bendera kecil "indonesia raya" di puncaknya. sesampai di teluk bayur, coba kami jelajahi dulu ke arah bengkulu. sepertinya jauh ndro, belok ajalah. nongkronglah kami disana, lihat laut, kapal berlabuh… bersih….. kesan dari kami.
pikiran iseng pun timbul dibenak (atau mungkin pikiran pamer kali). budi nulis "turis" di daki kaca mobil belakang, akhirnya kutambahi "dari jogja". pas mobil kami berplat B, bukan BA.
perjalanan berlanjut ke univ andalas, tradisi kami untuk selalu mengunjungi univ terbesar di setaip propinsi yang kami singgahi. diatas bukit bo, diatas tebing, berkabut, dengan design bangunan semi coral bebatuan, dengan persamaan design untuk seluruh fakultas. bagus. muter2 kami, sepi banget gak ada aktifitas, gak jadi bagus berarti.
kami memutuskan untuk keluar padang, menuju rumah agie untuk menjemputnya. sampailah kami dirumahnya jam 2 siang, ketemu sama orang tua, bapak, ibu, istri, tak lupa kami berfoto bersama dulu. berniat suatau hari jikalau niat silaturahmi itu ada, semua tak akan lupa. kamipun dibekali dua karung kelapa muda, dengan 2 plastik jambu air. wah, bisa buat buka nanti nih.
ngebutlah kami menuju bukit tinggi, eh dijalan ada plakat danau maninjau 30 km. WHY NOT !!! berangkatkah kami menuju kesana. berkelok2. melewati gunung dan kelok 44. hmmm, setelah kelihatan danaunya… wow astri sekali, eh asri sekali. tampak kabut disela bukitnya. terbayang ketika di batur, disela awan itu tersembul relief pure bali nan cantik. tapi disini, ujung rumah gadang nan lancip. banyak peternak ikan disini, besar2. tapi aku tetep membayangkan, menaiki sampan didanau ini. hemmm.
setengah lima, kita balik aja yuk, mampir dulu ke masjid, yang entah kenapa pasti dibangun di tanah yang paling menjorok ke danau. jamak qhasar. selanjutnya, seperti biasa, kebut vie tikungan2 dibukit. berniat kami ke bukit tinggi.
menjelang buka maghrib, kami masuk dibukit tinggi. target jam gadang, depan rumah bung hatta. yeah, rame banget, pusat anak nongkrong ternyata, kami memutuskan untuk berbuka disana, sebatas membasahi lidahlah. setelah puas kamipun berangkat, lanjutkan perjalanan ke pekanbaru.
yeahh. ngebut. kejar2an dengan travel. tapi musuh yang paling seimbang adalah honda crv front wheel drive itu, beriringan kami terus. pikirku, jangan harap kamu lepas ya. tetapi, ada razia polisi. dan salahku kenapa gw harus berhenti di paling depan, polisi itu cek stnk dan sim kan urut dari belakang, akhirnya crv itu meninggalkan pitstop polisi paling depan, kupikir, yeee, pasti ilang tuh mobil.
hmmm, tetep jalan lagi. dan akhirnya jam 1 malam… pekanbaru, kamar kostku, aku menidurimu lagi.
buat, endro, budi, agie, ati2 mate… kalian sampai duri 3 jam lagi…